........Selamat Hari Jadi Kab. Nunukan ke 13 tgl 12 Oktober 2012.......

Sabtu, 19 Mei 2012

PROFIL KOMODITI PISANG DI KABUPATEN PASIR KALIMANTAN TIMUR




PROFIL KOMODITI PISANG DI KABUPATEN PASIR KALIMANTAN TIMUR
 
I.       KONDISI SAAT INI
a.      IDENTITAS KOMODITI
      Pisang Kepok mempunyai rasa buah yang manis dengan aroma buah yang harum. Jumlah        sisir per tandan 8 - 12 sisir dengan jumlah buah per sisirnya 14 � 22 buah. Bentuk buah            bersegi dengan ujung tumpul dan kulit buah mentah berwarna hijau dan kulit buah   masak berwarna kuning. Berat buah pertandan 23,30 kg dengan rata-rata berat perbuah       139,05 g. Potensi hasil 25,5 kg/pohon dan memiliki sifat buah yang tahan dalam       pengangkutan. Selain itu pisang kepok memiliki kandungan gizi cukup tinggi (kalori    57,30 kal/100 gr, karbohidrat 12,07%, protein 2,05%, lemak 0,09%) dan cukup digemari       masyarakat karena mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Tanaman pisang di kabupaten Pasir sebagian besar jenisnya kepok, dengan penyebaran di        enam kecamatan utama seperti Tabel 1.
Tabel 1. Sebaran Tanaman Pisang
No
Kecamatan
Desa
Varietas Utama
Produktivitas perpohon (Kg/phn)
1
Tanah Grogot
1. Sugai Tuak
2. Rt. Panjang
3. Tanah Periuk
Kepok
Kepok
Kepok
12
12
12
2
Ps. Belengkon
1. Bekoso
2. Ps.Belengkong
3. Suatang
Kepok
Kepok
Kepok
12
12
12
3
Tanjung Aru
1. Kerang
2. Tampakan
3. Lomu
Kepok
Kepok
Kepok
12
12
12
4
Batu Sopang
1. Bt.Sopang
2. Kasungai
Kepok
Kepok
12
12
5
Long Ikis
1. Kayungosari
2. Belimbing
Kepok
Kepok
12
12
6
Long Kali
1. Long Kali
2. Sebakung
3. Mendik
Kepok
Kepok
Kepok
12
12
12
 
b.      SEBARAN PRODUKSI
Sentra pisang di kabupaten Pasir tersebar di lima kecamatan antara lain Tanah Grogot, Ps Belengkon, Tanjung Aru, Batu Sopang, Long Ikis dan Long Kali (Tabel 2).
Tabel 2. Tabel Luas Tanam dan Produktivitas di Kabipaten Pasir
Kecamatan
Desa
Luas Tanam (Ha)
Produktivitas (Ton/Ha)
Tanah Grogot
1. Sugai Tuak
2. Rt. Panjang
3.  Tanah Periuk
50
40
30
9,9
9,9
9,9
Ps. Belengkon
1.  Bekoso
2.  Ps.Belengkong
3.  Suatang
105
75
180
9,9
9,9
9,9
Tanjung Aru
1.  Kerang
2.  Tampakan
3.  Lomu
75
80
75
9,9
9,9
9,9
Batu Sopang
1.  Bt.Sopang
2.  Kasungai
80
40
9,9
9,9
Long Ikis
1.  Kayungosari
2.  Belimbing
70
150
9,9
9,9
Long Kali
1.  Long Kali
2.  Sebakung
3.  Mendik
200
150
70
9,9
9,9
9,9
 

II.    PELUANG INVESTASI
a.      POTENSI PENGEMBANGAN
Sebagai komoditas unggulan, pisang di Kabupaten Pasir masih memiliki areal potensi pengembangan yang cukup besar. Sesuai informasi terakhir yang diterima dari daerah terdapat potensi pengembangan seluas 350 Ha.
b.      KONDISI LAHAN DAN AGROKLIMAT
Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur mempunyai lahan pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura yang terdiri dari lahan kering dan rawa. Sebagian besar lahan pertanian memiliki jenis tanah Podsolik dengan perlakuan perawatan yang baik sehingga potensial untuk dikembangkan berbagai jenis tanaman hortikultura. Dengan kondisi alam yang memiliki curah hujan yang merata hampir disepanjang tahun serta intensitas penyinaran matahari yang cukup tinggi sehingga menunjang pertumbuhan komoditas hortikultura dapat lebih baik.
Tabel 3. Profil Lahan Pisang Kabupaten Pasir
No
Kecamatan
Jenis Tanah
PH Tanah
Topografi
1
Tanah Grogot
Podsolik merah kuning
5,5 � 6
2 � 15%
2
Pasir Balengkong
Podsolik merah kuning
5,5 � 6
2 � 15%
3
Tanjung Aru
Podsolik merah kuning
5 � 5,5
0 � 2%
4
Baru Sopang
Aluvial
6 � 6,5
> 40%
5
Long Ikis
Podsolik merah kuning
6 � 6,5
> 40%
6
Long Kali
Podsolik merah kuning
6 � 6,5
0 � 2%
 
Tabel 4. Agroklimat Wilayah Kabupaten Pasir
No
Kecamatan
Tinggi tempat (m dpl)
Suhu
Rata-rata (0C)
Curah Hujan Rata-rata (mm/thn)
Jml Bln Basah (bln)
Jml Bln Kering (bln)
1
Tanah Grogot
0 � 7
25
200-250
8
4
2
Ps. Belengkon
0 � 7
25
200-250
8
4
3
Tanjung Aru
0 � 7
25
200-250
8
4
4
Batu Sopang
25-100
25
250-300
8
4
5
Long Ikis
7 � 25
25
200-250
8
4
6
Long Kali
7 � 25
25
200-200
8
4
 
c.       DUKUNGAN SARANA PRASARANA
      Dukungan sarana dan prasarana yang ada di sentra produksi pisang kabupaten Pasir adalah transportasi. Jalan usaha tani mencapai kebun petani baik dan lancar, sehingga dapat memudahkan transportasi dari kebun ke tempat lain (pengumpul, pasar, dll). Disamping itu waktu yang diperlukan untuk pengangkutan pisang dapat lebih efisien sehingga menekan kerusakan buah selama transportasi.

d.      PEMASARAN

Produksi pisang di kabupaten Pasir sebagian besar di jual di pedagang pengumpul (70%) yang biasanya datang langsung ke petani dan sebagian kecil (30%) dijual ke pasar lokal.
Sedangkan harga pisang di tingkat pedagang pengumpul desa Rp. 1.000/sisir atau Rp.8.000/tandan, ditingkat pedagang pengumpul kecamatan Rp1.200/sisir atau Rp.9.600/tandan dan ditingkat pedagang tingkat provinsi Rp. 1.500/sisir � Rp.12.000/tandan.

III. PERMASALAHAN
a.       Teknologi Produksi
Beberapa faktor yang menjadikan teknologi produksi menjadi kendala utama pada proses produksi pisang adalah :
-          Ketersediaan benih sehat (bebas dari penyakit terutama penyakit layu fusarium) sangat terbatas. Hal ini dikarenakan hampir seluruh wilayah Indonesia telah terkena serangan layu fusarium sehingga penyediaan bibit (anakan dan bonggol) mengalami kesulitan menemukan pohon induk.
-          Petani belum memahami sepenuhnya teknologi produksi pisang yang baik dan benar, sehingga sering kali ketidak pahaman ini menjadikan mereka kurang optimal melaksanakan pemeliharaan kebun.
-          Produksi dari masing-masing sentra produksi atau jenis / varietas belum terpetakan.
-          Serangan penyakit layu fusarium yang cukup mematikan belum dapat dikendalikan dengan baik, walaupun penggunaan agens hayati telah mulai tersosialisasikan.
Disamping permasalahan teknis tersebut diatas, masih ada kendala lain permasalahan pisang di kabupaten Pasir yaitu sistem pemasaran yang ada saat ini belum berpihak kepada petani. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut :
-          Pola pemasaran yang ada sekarang tidak menghargai produk bermutu dan selalu menerapkan harga borongan.
-          Penetapan harga cenderung dilakukan oleh pedagang pengumpul.
-          Fungsi kelompok tani belum optimal.
-          Sebagian besar sentra produksi belum memiliki Sub Terminal Agribisnis (STA).
 
b.      Mutu Produksi
Beberapa faktor yang menyebabkan mutu produksi belum optimal antara lain adalah :
-          Belum dilaksanakannya praktek budidaya yang baik menyebabkan pertanaman tidak memperoleh perlakuan sebagaimana mestinya. Petani kurang melaksanakan perawatan (pembersihan daun-daun kering, pengairan, pemupukan, pembrongsongan  atau pengendalian OPT).
-          Waktu pemetikan tidak tepat.
            Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh adanya desakan kebutuhan keuangan oleh    petani sehingga buah sering diijonkan atau dipetik muda.
-          Sortasi dan grading belum diterapkan sehingga petani tidak dapat memilah-milah buah atau sisir yang baik dan menjualnya secara campuran.
-          Penanganan pascapanen (pengemasan), pemeraman dan transportasi belum dilakukan dengan baik sehingga produk hasil panen banyak mengalami kerusakan sebelum sampai ditempat pemasaran.
-          Standar mutu belum tersosialisasikan, mengakibatkan petani kurang memahami/menyadari standar/keinginan dari konsumen terhadap produk yang mereka hasilkan.
-          Standar Prosedur Operasi (SPO) belum tersosialisasi.
 
IV. ANALISA USAHA TANI
Dari analisa usaha tani tanaman pisang di kabupaten Pasir dalam 1 Ha keuntungan yang didapat pada tahun I sebesar Rp 826.500/Ha, pada tahun II Rp 5.768.500 dan tahun III sebesar Rp 7.428.500
         Tabel Analisa Usaha Tani Pisang Kepok
No
Uraian
Biaya Tahun Ke
I
II
III
A
Biaya Tetap

 
 
1
Sewa Tanah
Rp. -
Rp. -
Rp. -
2
Garpu (buah x harga)
Rp. -
Rp. -
Rp. -
3
Sparyer
Rp.  300.000
Rp. -
Rp. -
4
Cangkul
Rp.    25.000
Rp. -
Rp. -
5
Golok (buah x harga)
Rp.    20.000
Rp. -
Rp. -
6
Pompa air (sewa)
Rp. -
Rp. -
Rp. -
7
Pajak tanah
Rp.    10.000
Rp.   10.000
Rp.  10.000
8
Bunga Kredit Bank/thn
Rp. -
Rp. -
Rp. -
9
Bibit perpohon (@ x harga) Rp.1.500 x 830 phn
Rp. 1.245.000
Rp. -
Rp. -
10
Lain-lain
Rp. -
Rp. -
Rp. -
 
Jumlah
Rp. 1.600.000
Rp.   10.000
Rp.   10.000
 
 



B
Biaya Tidak Tetap



1
Pupuk Kandang (Rp.200/kg)
Rp.    830.000
Rp. -
Rp. -
2
Pupuk Anorganik
Rp. -
Rp. -
Rp. -
 
- Urea (Rp.1.500/kg)
Rp.    622.500
Rp.   622.500
Rp.   622.500
 
- SP 36 (rp.2.400/kg)
Rp.    996.000
Rp.   996.000
Rp.   996.000
 
- KCL (Rp..../kg)
Rp. -
Rp. -
Rp. -
 
- NPK (Rp..../kg)
Rp. -
Rp. -
Rp. -
3
Pestisida
Rp.      75.000
Rp.     75.000
Rp.     75.000
4
Lain-lain
Rp. -
Rp. -
Rp. -
 
Jumlah
Rp. 1.776.500
Rp.1.691.500
Rp.1.691.500
 
 
 
 
 
C
Biaya Tenaga Kerja



1
Pengolahan Tanah + Lubang Rp.1.000/lubang
Rp.    830.000
Rp. -
Rp. -
2
Menanam Rp.1.000/lubang
Rp.    830.000
Rp. -
Rp. -
3
Pemeliharaan
Rp.    415.000
Rp.   415.000
Rp.   415.000
4
Panen + Pascapanen
Rp.    415.000
Rp.   415.000
Rp.   415.000
5
Lain-lain
Rp. -
Rp. -
Rp. -
 
Jumlah
Rp. 2.490.000
Rp.   830.000
Rp.   430.000
 
 



 
Total Biaya Produksi
Rp. 5.886.500
Rp. 2.531.500
Rp.2.531.500
 
Penerimaan (Rp.1000/kg)
Rp. 5.040.000
Rp. 8.300.000
Rp.9.960.000
 
Keuntungan
Rp.    826.500
Rp. 5.768.500
Rp.7.428.500
 
Catatan : Tahun pertama panen  70%  =     630 rumpun
                      Tahun ke dua panen  100%  =     830 rumpun
                      Tahun ke tiga panen  150%  =  1.245 rumpun 

Sumber : http://www.deptan.go.id/pesantren/ditbuah/Komoditas/Sentra/profil_pisang_di_kabupaten_pasir.htm
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar