........Selamat Hari Jadi Kab. Nunukan ke 13 tgl 12 Oktober 2012.......

Senin, 28 Mei 2012

Analisis Produksi dan Permintaan Pisang Cavendish pada PT Nusantara Tropical Fruit

Analisis Produksi dan Permintaan Pisang Cavendish pada PT Nusantara Tropical Fruit

Magdalena Siagian, Dian Budiarti (2002) Analisis Produksi dan Permintaan Pisang Cavendish pada PT Nusantara Tropical Fruit. Masters thesis, Institut pertanian Bogor.





Abstract

Pisang adalah salah satu komoditas yang tidak mengenal musim dan banyak ditanam oleh masyarakat terutama di lahan pekaranganltegalan. Berdasarkan data BPS tahun 1998 produksi pisang cukup tinggi mencapai 3.4 juta ton (16.9 kg/Kap), dengan laju kenaikan produksi tahun 1994 - 1998 sebesar 2.77%/tahun. 
Sentra produksi pisang terdapat di propinsi Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Timur. Di Asia, lndonesia termasuk penghasil pisang terbesar karena 50% dari produksi pisang Asia dihasilkan oleh lndonesia dan setiap tahun produksinya terus meningkat. lndonesia memiliki ragam varietas atau kultivar pisang yang cukup banyak misalnya pisang ambon kuning, ambon lumut, barangan, raja juiu, raja sere, badak, kepok kuning, nangka, tanduk, agung, emas, dll. Namun, untuk bersaing ke pasar dunia layak mempertimbangkan agribisnis pisang unggulan, seperti cavendish karena jenis pisang ini semakin diminati oleh berbagai negara pengimpor di dunia. 
Rintisan pengembangan agribisnis pisang cavendish di wilayah nusantara antara lain dilakukan oleh PT Global Agronusa lndonesia anak perusahaan Sinar Mas Group yang membuka perkebunan pisang di Maluku Utara dan PT Nusantara Tropical Fruit anak perusahaan Gunung Sewu Group di Lampung. Penanaman pertama PT Nusantara Tropical Fruit dilakukan atas kerjasama dengan Philipina, yaitu dengan menjual semua pisang kepgda perusahaan di Philipina yaitu Del Monte. Tetapi sejak sebagian lahan terserang Fusan'um Sp pada tahun 1997 maka yang dapat diusahakan hanya 450 ha. PT Nusantara Tropical Fruit tidak dapat lagi memenuhi permintaan Philipina oleh karena itu hanya melakukan penjualan didalam negeri saja dan tidak melakukan ekspor. 
Data dari tahun 1993 - 2000, menunjukkan bahwa jumlah produksi pisang yang dihasilkan dapat memenuhi permintaan pasar. Berdasarkan kondisi tersebut, dipandang perlu melakukan peramalan terhadap permintaan pisang cavendlsh agar dapat menyesualkan produksl dengan permintaan. Bertitik tolak dari keadaan tersebut, maka dapat dirumuskan permasaiahan di PT Nusantara Tropical Fruit, yaitu faktor-faktor apa yang mempengaruhi produksi dan permintaan pisang cavendish, serta bagaimana ramalan produksi dan permintaan pisang cavendish pada PT Nusantara Tropical Fruit di pasar domestik dan ekspor. 
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan permintaan pisang cavendish pada PT Nusantara Tropical Fruit serta meramalkan permintaan pisang cavendish pada PT Nusantara Tropical Fruit di pasar domestik dan ekspor. 
Penelitian dilakukan dengan studi kasus sehingga diharapkan adanya suatu gambaran yang luas mengenai subjek yang diteliti. Analisis dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode dekomposisi dengan terlebih dahulu memeriksa pola data (trend, musiman, siklus atau acak). 
Berdasarkan analisis regresi dapat disimpulkan bahwa 
(1) faktor yang mempengaruhi produksi adalah harga produk olahan, sedangkan faktor-faktor yang tidak mempengaruhi adalah harga pisang, harga kompetitif (buah mangga), luas lahan, curah hujan dan tenaman keria, dan 
(2) faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah harga pisang dan produk olahan, sedangkan faktor yang tidak mempengaruhinya adalah harga substitusi. 
Peramalan dengan menggunakan metode dekomposisi diperoleh 
(1) peramalan permintaan ekspor dan produksi; 
     (a) peramalan permintaan ekspor menunjukkan trend menurun sehingga perusahaan harus mengkaji ulang jumlah permintaan ekspor serta jumlah produksi yang harus dihasilkan untuk . - memenuhi permintaan, 
     (b) peramalan produksi juga mengalami trend penurunan sehingga pihak perusahaan untuk dapat memenuhi permintaan pasar harus melakukan penanganan yang khusus dengan membuat strategi untuk meningkatkan produksi yaitu strategi unggul muh dan strategi unggul teknologi, 
(2) peramalan permintaan domestik pisang cavendish jenis clustermenunjukkan trend yang meningkat sehingga ini merupakan alternatif lain yang dilakukan pihak werusahaan untuk meniual hasil produksinnya yang tidak laku dipasar pisang cavendish jenis clusteiini merupakan $sang yang kualitasnya sangat baik sehingga permintaan pisang cavendish ienis clusterini besar. 
(3) Peramalan permintaan-domestik pisang civendish jerk finger menunjukkan  trend yang meningkat sehingga permintaan terhadap pisang cavendish finger cukup besar walaupun tidak sebesar permintaan pisang cavendish cluster, disebabkan karena perbedaan segmen pasar antara pisang jenis cluster dan finger, dan 
(4) peramalan permintaan domestik pisang cavendish jenis curah menunjukkan trend yang menurun, dikarenakan pihak perusahaan berusaha menghasilkan pisang cavendish dengan kualitas yang baik, yang diakibatkan meningkatnya permintaan konsumen terhadap pisang cavendish yang mutunya baik sehingga permintaan pisang cavendish jenis curah menurun. 
Berdasarkan faktor-faktor yang berpengaruh dan peramalan produksi dan permintaan, pasar domestik lebih berpotensi untuk menampung produksi pisang cavendish yang dihasilkan PT Nusantara Tropical Fruit. Oleh karena itu disarankan kepada pihak perusahaan untuk lebih menkonsenterasikan penjualannya pada pasar domestik dan perlu kerjasama yang lebih baik antara bagian pemasaran dan produksi di PT Nusantara Tropical Fruit.















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar