........Selamat Hari Jadi Kab. Nunukan ke 13 tgl 12 Oktober 2012.......

Senin, 28 Mei 2012

Formulasi strategis Perusahaan Agribisnis Pisang Cavendish Pada PT Nusantara Tropical Fruit

Formulasi strategis Perusahaan Agribisnis Pisang Cavendish Pada PT Nusantara Tropical Fruit

., Mesra B. (2002) Formulasi strategis Perusahaan Agribisnis Pisang Cavendish Pada PT Nusantara Tropical Fruit. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

Abstract

MESRA B, 2002. Formulasi strategis Perusahaan Agribisnis Pisang Cavendish Pada PT Nusantara Tropical Fruit. Di bawah bimbingan ARIEF DARYANTO dan AGUS MAULANA. 
Pisang Cavendish dengan merk Sunpride adalah komoditi yang dihasilkan oleh PT Nusantara Tropical Fruit yang merupakan perkebunan pisang terbesar di Indonesia. Perusahaan berdiri tahun 1992 dan langsung mengekspor hasil produksinya ke beberapa negara yang bekerja sama dengan Del Monte, perusahaan consumers goods tingkat dunia sampai akhir tahun 2000. 
Awal tahun 2001 perusahaan untuk sementara beralih ke pasar lokal karena adanya penurunan produksi. Berpindahnya perusahaan untuk sementara ke pasar lokal merupakan suatu bukti kalau perusahaan menghadapi beberapa kendala. Kendala bagi perusahaan bisa datang dari luar maupun dari dalam perusahaan sendiri. 
Dari luar perusahaan seperti adanya produk substitusi yang dapat mengancam keberadaan buah pisang sedangkan dari dalam perusahaan berupa masalah SDM dan masalah produksi. Untuk mengantisipasi pemasalahan di atas maka perusahaan perlu menetapkan strategi yang akan diterapkan di masa yang akan datang dengan melihat faktor-faktor eksternal dan internal yang turut mempengaruhinya. 
Bertitik tolak dari permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan maka penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengidentifikasi strategi yang telah dilaksanakaan oleh perusahaan selama ini, (b) mengidentifikasi faktor-fakor yang mempengaruhi strategi perusahaan baik internal maupun ekternal dan (c) memilih strategi yang paling cocok diterapkan oleh perusahaan. 
Metode yang digunakan dalanl penelitian ini adalah metode deskriptif berupa studi kasus dengan cara mengumpulkan data untuk menjawab permasalahan yang ada. Data yang diambil terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif dan sumber data berasal dari dalanl maupun dari luar perusahaan. 
Alat analisis yang digunakan untuk menjawab dan memecahkan masalah yang dihadapi dengan menggunakan nletode perbandingan eksponensial (MPE), matriks internal factor evaluation (IFE) dan matriks external factor evaluation (EFE) yang merupakan tahap pertama. Tahap kedua dengan menggunakan alat analisa SWOT matriks dan tahap ketiga dengan menggunakan alat analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). 
Adapun peluang yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan adalah: (a) perdagangan bebas dan globalisasi, (b) diversifikasi untuk produk olahan. (c) konsumsi masyarakat yang terus meningkat (d) kebijakan pemerintah yang mendukung sektor agribisnis (e) potensi sumberdaya alam yang luas dan (f) perkembangan teknologi. Sedanglean ancaman yang harus diantisipasi adalah (a) keamanan yang kurang terjaga, (b) ancaman produk substitusi, (c) kondisi alam yang tidak dapat dikontrol dan (d) kondisi politik dalam negeri yang tidak menentu. Alat analisa dengan menggunakan EFE matriks menunjukkan perusahaan sedikit kurang bias merespon peluang yang ada dengan total skor yang diperoleh sebesar 2,36 yang berada di bawah rata-rata (2,50). 
IFE matriks menunjukkan posisi perusahaan berada pada posisi yang cukup kuat dengan total skor di atas rata-rata yaitu 2,56 yang berarti perusahaan sudah cukup kuat dalanl dimanfaatkan kekuatan yang ada serta niengatasi kelemahan yang ada. 
Alat analisa SWOT matrik perusahaan memperoleh beberapa alternatif strategi yaitu: strategi SO: (menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi dan strategi pengembangan pasar , strategi WO : (pengembangan dan pelatihan SDM, menciptakan produk turunan dan menciptakan varietas yang tahan terhadap penyakit), strategi ST: (strategi menciptakan teknologi baru (irigasi)) dan strategi WT: (strategi nlenciptakan teknologi baru (irigasi)). 
Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM) diperoleh strategi yang menjadi prioritas utama yang sebaiknya diterapkan oleh perusahaan adalah strategi pengembangan dan pelatihan SDM. Setelah penelitian ini dilakukan maka yang perlu disarankan kepada perusahaan adalah perusahaan sebaiknya lebih meningkatkan kualitas SDM karena SDM merupakan asset yang sangat penting bagi perusahaan. 
Dengan SDM yang berkualitas diharapkan masalah lain dapat diatasi seperti masalah produksi dengan terjangkitnya penyakit pada tanaman, terciptanya teknologi baru berupa sistem irigasi, dapat menciptakan produk turunan dan dapat menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi dan pada akhirnya perusahaan perlu melakukan perluasan/pengembangan pasar ke negara lain yang permintaan pasarnya terhadap pisang cukup tinggi.

Sumber : http://repository.mb.ipb.ac.id/680/

1 komentar: