........Selamat Hari Jadi Kab. Nunukan ke 13 tgl 12 Oktober 2012.......

Kamis, 10 Mei 2012

Pisang, Makanan Yang Aman, Murah dan Sangat Bergizi

Pisang, Makanan Yang Aman, Murah dan Sangat Bergizi

Pisang adalah merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan dari mulai buah, daun, batang dan bagian-bagian lainnya.  Rasa buah pada umumnya enak , sangat bergizi, merupakan sumber energy (karbohidrat), vitamin, dan mineral (terutama kalium), serta bagi yang memakannya tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak.

Berdasarkan klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut : Divisi Spermatophyta,  Sub divisi Angiospermae, Kelas Monocotyledonae, Keluarga Musaceae, Genus Musa, Spesies Musa spp. Sedangkan nama local dari pisang yaitu di Jawa Barat disebut dengan Cau, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang.

Penyebaran dan morfologi
Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan Asia Tenggara (termasuk Indonesia), kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah.

Tumbuhan ini menyukai iklim tropis panas dan lembab, terutama di dataran rendah, daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim.
Buah pisang dapat dimanfaatkan tanpa dimasak yaitu (pisang ambon, susu, raja, cavendish, barangan dan mas), dimakan setelah dimasak pisang nangka, tanduk dan kapok), dimanfaatkan daunnya (pisang batu dan klutuk), dan diambil seratnya (pisang manila /abaca).
Buah tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, ungu, atau bahkan hampir hitam.
Perlu disadari, istilah "pisang" juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas.

Zat makanan
Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat atau dua kali lipat lebih tinggi daripada apel (berat sama 100 gram hanya mengandung 54 kalori).

Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti, oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi.
Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.
Kandungan zat makanan beberapa varietas pisang untuk setiap 100 gr  yaitu :
Pisang ambon  :  99 cal,  1.20 (protein),  0.20 (lemak), 25.80 (karbihidrat) 8.00 (Ca), 28 (phosphor) 1.00 (min) 146 (Vit A), 0.08 (Vit B1), 3.0 (Vit C)
Pisang lampung  :  99 (cal) 1.30 (protein) 0.20 (lemak), 25.60 (karbohidrat), 10.00 (Ca),19 1 (phosphor).00 (mineral) 618 (Vit A), 0.00 (Vit B), 4.0 (Vit C)
Pisang mas :  127 cal,  1.40 (protein),  0.20 (lemak), 33.60 (karbihidrat) 7.00 (Ca), 25 (phosphor) 1.00 (min) 79 (Vit A), 0.09 (Vit B1), 2.0 (Vit C)
Pisang raja :  120 (cal) 1.20 (protein) 0.20 (lemak), 31.80 (karbohidrat), 10.00 (Ca), 22 1 (phosphor).00 (mineral) 950 (Vit A), 0.06 (Vit B), 10.0 (Vit C)
Pisang raja sereh (pis. susu) :  118 (cal) 1.20 (protein) 0.20( lemak), 31.10 (karbohidrat), 7.00 (Ca), 29 (phosphor).00 (mineral) 112 (Vit A), 0.00 (Vit B1), 4.0 (Vit C)
Pisang raja uli  : 146 (cal) 2.00 (protein) 0.20 (lemak), 38.20 (karbohidrat), 10.00 (Ca), 28 (phosphor). 1.00 (mineral) 75 (Vit A), 0.05 (Vit B), 3.0 (Vit C)

Pemanfaatan buah
Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli.
Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak (di Amerika Latin).
Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang(Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).

Varietas di Indonesia
Uraian mengenai : Varietas/nama local - (Warma Kulit)-Warna Daging – Rasa- Kegunaan dari beberapa varietas adalah sebagai berikut :
Kepok (Hijau kuning) Manis- Olahan
Nangka – (bintik cokelat, hijau kuning, kuning, hijau) – putih- asam – olahan
Lampung- (kuning merah) - Putih kuning-manis-buah
Kapas- (Hijau bintik)- Putih kuning-manis-olahan
Raja bulu –(kehitaman)- Putih merah – Manis- Buah/olahan
Raja sore – (Kuning bintik)-Putih merah- Manis- Buah
Ambon hijau- (hitam)- Kuning merah- Manis- Buah
Ambon lumut-(kuning bintik)- Putih merah-manis-buah
Ambon putih-(hijau kuning)- Kuning merah-manis-buah
Tanduk-(hijau)- Kuning merah-manis-olahan
Badak-(kuning muda)- Putih kuning-manis-buah

Pemanfaatan bagian lainnya
Dalam pemanfaatannya pisang dijadikan sebagai buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka, sedangkan daunnya dipakai sebagai pembungkus berbagai macam makanan tradisional Indonesia - dengan adanya perkembangan teknologi dan tuntutan kebutuhan fungsi daun pisang sebagai pembungkus sudah tergeser dengan kehadiran plastic.
Sedangkan batang yang basah dibutuhkan untuk pedalangan (menancapkan wayang), sedangkan pelepah pisang dapat digunakan untuk tali, hiasan atau bahan baku barang cenderamata.
Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia.
Bagian dari pohon pisang yang lainnya yaitu jantung pisang dimana pada fase pembungaan dan pembuahan, setelah pembentukan sisir pisang yang terakhir dilakukan pemotongan bunga (jantung pisang). Dan biasanya bunga ini langsung dibuang karena dianggap limbah, padahal bunga (jantung pisang) memiliki nilai gizi yang cukup baik.

jantung (bunga pisang) sebagai makanan
Produksi di Indonesia
Di Indonesia pisang hanya ditanam dalam skala rumah tangga atau kebun, karena mudahnya ditanam dan bagus sebagai penyejuk atau pelindung sehingga hampir di setiap tempat dengan mudah ditemukan tanaman pisang, atau ditanam berupa ladang secara khusus dengan areal yang tidak terlalu luas.  Hanya sedikit yang dibudidayakan secara intensif dan besar-besaran dalam perkebunan monokultur, seperti 'Gros Michel' dan 'Cavendish'.

Produksi pisang di Indonesia cukup besar dan terus meningkat setiap tahun, misalnya dari 2.308.379 ton (tahun 1988) menjadi 2.417.760 ton (tahun 1989), dengan daerah penghasil pisang terbesar berada di Pulau Jawa.  Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur, Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon.
Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia, namun demikian menjadi salah satu penghasil pisang terbesar di dunia, dari negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, Cina, Singapura, Arab, Australia, Belanda, Amerika Serikat dan Perancis (nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina).

Produksi dunia dan peluang usaha
Negara-negara Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah, dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang, sedangkan masyarakat di negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya.
Perkebunan pisang yang permanen (diusahakan terus menerus) dengan mudah dapat ditemukan di Meksiko, Jamaika, Amerika Tengah, Panama, Kolombia, Ekuador dan Filipina. Di negara tersebut, budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur teknis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standard internasional.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. Permintaan pisang dunia memang sangat besar terutama jenis pisang Cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia.  Selain berpeluang dalam ekspor pisang utuh, saat ini ekspor pure pisang juga memberikan peluang yang baik, biasanya dibuat dari pisang Cavendish dengan kadar gula 21-26 % atau dari pisang lainnya dengan kadar gula < 21%.

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet.
Sumber editing bacaan :  id.wikipedia.org; www.warintek.ristek.go.id; radenbeletz.blogdetik.com; bisnisukm.com; suyatno.blog.undip.ac.id/2010/04/13
 
Sumber :   http://isamas54.blogspot.com/2011/10/tumbuhan-buah-1-pisang-makanan-yang.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar